Breaking News
Loading...

ALUR CERITA NARUTO GAIDEN CHAPTER 06 Versi Teks ~ ~

22:34:00
ALUR CERITA NARUTO GAIDEN CHAPTER 06 Versi Teks ~ ~
JUDUL "Perubahan yang Belum Sempurna..!!"
STATUS : RELEASED!

________________________________
 Selamat membaca...

Serangan mendadak, akankah ini menjadi pertarungan antar Uchiha melawan Uchiha!?

"Papa!!" teriak Sarada ke atas sana. Ayahnya, Sasuke sedang melesat ke arah musuh, dan begitu pula dengan musuh yang melesat ka arahnya. Mereka makin mendekati satu sama lain, sampai jaraknya tinggal beberapa meter, musuh mengeluarkan tembakan-tembakan pedang dari tangannya.

Sasuke mampu menahan dan menebas semua serangan itu dengan pedangnya. Namun tampaknya, serangan itu cuma untuk mengalihkan perhatiannya. Ketika Sasuke sadar, telapak tangan musuh telah berada di hadapan wajahnya.

Refleks Sasuke berusaha untuk menyerang dengan pedangnya. Namun, dengan mudah musuh mencengkram pedang itu.

Musuh mencengkram erat pedang Sasuke sehingga membuatnya sulit untuk bergerak, lalu dari belakangnya, muncul lagi Shin untuk menyerang Sasuke. Sasuke pun mengaktifkan Rinnegan di mata kirinya.
"!?" musuh kaget, dan dalam sekejap Sasuke bertukar tempat dengan Shin. Kombinasi serangan musuh pun berhasil dihindari.
"Coba kita lihat seberapa tangguh mereka!" Sasuke membalikan tubuhnya lalu menyerang kedua orang itu, "Katon: Goukakyou no Jutsu!!"

Sasuke menyemburkan tembakan bola api.

Saat itu, posisi mereka adalah di udara adalah Sasuke yang paling atas, lalu di bawahnya lagi musuh bermata banyak, lalu di bawahnya lagi Shin. Harusnya musuh dengan mata banyak itu terkena terlebih dahulu semburan api Sasuke, namun ia menggunakan teknik tertentu hingga dalam sekejap ia sudah berada di bawah Shin, menjadikan anak itu yang terkena serangan telak api Sasuke.

"!?" Naruto kaget.
"Dia menghindar dengan menggunakan doujotsu!?"

Kedua musuh sama-sama terjatuh, Sasuke meraih pedangnya kembali dan mendarat, masih bersiap siaga dengan kedua matanya, kombinasi antara Sharingan dan Rinnegan.

Shin masih terbaring, serangan Sasuke cukup untuk melumpuhkan tubuhnya. Akan tetapi, musuh yang sebenarnya, luka yang dialami manusia dengan banyak mata di tubuhnya itu tidaklah terlalu parah.

"Jadi begitu..." musuh berusaha untuk bangkit kembali. "Jadi seperti itu kekuatan matamu... Uchiha Sasuke!!"
"He-hebat sekali... ayahku.." ucap Sarada kaget.
"Hei, tadi itu masih belum seberapa.." ucap Naruto.
"Dengan pemuda berbakat sepertimu kami pasti bisa membangkitkan kembali Akatsuki.." ucap manusia bermata banyak itu.
"Orang ini adalah sisa-sisa Akatsuki?" Naruto bertanya-tanya.
"Namaku adalah Uchiha Shin.." ucap musuh bermata banyak.

Sarada kaget, ia teringat kalau waktu itu, ketika Sarada bertemu dengan anak pemilik mata sharingan itu, ia juga memperkenalkan dirinya dengan nama Uchiha Shin.

"Kalau begitu... ia memiliki nama yang sama dengan putranya!?"
"Kenapa kau bisa berpikir begitu?" tanya Naruto.
"Anak itu memanggilnya dengan sebutan ayah.." ucap Sarada.

Di sisi Chouchou, tampak ia tenang-tenang saja. "Kalau saja ayahku yang asli punya kemampuan hipnotis untuk membuat para wanita jatuh cinta seperti Sarada.." ucapnya sambil makan keripik.
Anak itu, Shin telah mulai memulihkan dirinya kembali, dan saat ini ia sedang berusaha untuk bangkit kembali, meski tampak kesulitan.

"Orang itu..." Naruto menatap marah ke arah musuh. "Dia tak ragu sama sekali untuk menjadikan putranya sebagai pelindung.." ucapnya dalam hati.
"Naruto, bawa anak-anak masuk!!" ucap Sasuke.
"Baiklah, dan kau jangan sampai lengah.." ucap Naruto.

Dalam hati, "Aku akan membantumu dari belakang, aku mengandalkanmu, Sasuke!!"

"!!" musuh mengaktifkan kemampuan Mangekyounya, dan tiba-tiba saja pedang yang awalnya dipegang oleh Sasuke terlepas dari tangannya dan langsung menusuk Naruto, yang kebetulan berdiri tepat di belakangnya.

"Aaakhh!!"

"A-apa-apaan itu!?" ucap kaget Sarada.
"Hokage ketujuh!?"
"Itu adalah kekuatan mataku.." ucap musuh. "Bagaimana? Aku juga sama hebatnya dengan kalian kan..."
"Jangan khawatir... Sarada.. aku baik-baik saja..." ucap Naruto sambil menahan rasa sakit.
"Uukhh... orang itu bisa mengendalikan senjata.. termasuk senjata Sasuke.."
"!!" Sasuke teringat, "Pasti dia menandai katanaku waktu serangan tadi itu.." pikirnya.

Memang benar, musuh mampu mengendalikan senjata. Lalu benda-benda tajam mirip pisau yang berputar-putar menjadi mirip shuriken kembali dikendalikan oleh musuh, menerobos pelindung chakra Naruto yang mulai melemah dan mengarah ke Sarada.

"!!!" refleks Sasuke langsung melindungi Sarada dengan tubuhnya, akibatnya tembakan-tembakan musuh pun menusuk punggungnya.
"Uukh!!" Sasuke menahan rasa sakit.
"Papa!!" teriak Sarada.
"Kedamaian membuat perkembangan manusia terhenti!! Itulah yang terjadi pada diri kalian saat ini!!!" ucap Shin, laki-laki botak itu.
"Ukhh..." senjata-senjata yang menusuk punggung Sasuke itu menahan tubuhnya, membuatnya tak bisa bergerak. "Aku tak bisa bergerak...!!"
"Spesies yang tak berkembang pada akhirnya akan punah..." ucap musuh dan kemudian...

BANG!!!!!!!! Sakura datang dan meninju tubuh musuh dengan sangat keras. "Apa yang telah kau perbuat pada suami dan putriku hah!?" serangan Sakura benar-benar keras, keras sekali.

"Gaaahhh!!!!" musuh sampai muntah darah.
"Mama!?" ucap kaget Sarada.

Sasuke dan Naruto juga kaget dengan kemunculan Sakura.

"Siapa orang-orang ini, hah!?" teriak Sakura marah.
"Itulah yang ingin kami cari tahu.." ucap Sasuke.
"Kau sendiri mau apa ke sini?"
"Jangan lupa kalau aku juga ada di sini!!" Naruto menggunakan tangan chakra Kyuubinya untuk menggapai musuh yang sudah tergeletak pingsan di kejauhan, juga Shin kecil yang masih belum cukup kuat untuk benar-benar bangun lagi.
"Apa kau baik-baik saja, Naruto?" tanya Sakura.
"Yah, sebentar lagi juga pulih.."
"Benarkah!?" Sarada kaget.
"Tadi kau terlalu berlebihan..." ucap Kyuubi dalam diri Naruto, "Serangan seperti itu tak akan membunuhmu. Kau jadi makin ceroboh, payah..."
"Kau tak perlu mengatakannya.." ucap Naruto. Pedang yang menusuk tubuhnya telah ia tarik keluar.

Pertarungan telah selesai, Sakura meminta maaf pada putrinya itu. "Maaf... ibu bermaksud untuk menceritakan semuanya padamu, tapi...."

"Tidak.." ucap Sasuke.

Sasuke melepas senjata-senjata tajam yang menusuk punggungnya tadi. "Yang salah itu aku, bagaimanapun cara kalian memikirkannya. Kau tak perlu meminta maaf, akan tetapi, aku...."

"!!!" mahluk kecil dengan satu mata sharingan tiba-tiba saja muncul di sebelah Shin. "Akan kubawa yang ini bersamaku!!" ucap mahluk itu.

"Mahluk itu lagi!?"

Mahluk itu kemudian menggunakan jutsu dimensi mirip milik Tobi dan membawa pergi Shin, kedua-duanya, termasuk Sakura yang ada di dekat mereka.

"Ibu!!??"
"Jutsu ruang dan waktu!?"
Sakura sampai di markas musuh, beberapa orang mirip Shin kecil menodonginya dengan senjata ninja. "Orang-orang ini punya banyak trik ya.." ucap Sakura.

Shin botak menggerakan senjata dan menusuk kain yang mengikat baju Shin, melepasnya.
Di menara, setelah pertarungan selesai Chouchou baru keluar. Mungkin ia tak sadar kalau tadi sempat terjadi pertarungan, yang ia tahu cuma Sarada ngambek dan pergi ke luar.

"Aku tak suka berurusan dengan Sarada kalau dia lagi marah.." ucap Chouchou dalam hati.
"Dia bahkan bisa menggunkan jutsu ruang dan waktu?" Sasuke tak menyangka.
"Sial... kita kalah.." ucap Naruto. "Seperti yang dikatakan oleh Kurama, payah..."

Beralih ke persembunyian musuh, tampak Shin yang sedang menggunakan kemampuan pengendali senjatanya untuk mengoperasi dirinya sendiri. Ya, ia menggerakan besi-bisi semacam pisau bedah untuk mengeluarkan organ tubuhnya sendiri yang rusak.

Di sebelahnya, Shin kecil terbaring, siap menjadi donor organ.

"Transplan organ?" Sakura berdiri di depan mereka. "Kalau kau mengambil organ anak itu, dia pasti..."
"Jadi kau itu ninja medis ya... tapi semua ini terjadi karenamu.." ucap Shin, si ayah.
"Kau mencoba untuk membunuh anak dan suamiku!! Juga teman dekatku!!!"
"Kalau begitu kenapa kau peduli dengan anakku?"
"Kau.. apa kau serius!?" Sakura masih tak bisa percaya kalau orang itu serius.

 --- Bersambung ke Naruto Gaiden Chapter 7 ---
Electronic money exchanger
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Buat Yang Mau Komentar , Tolong Komentar Sesuai Topik Postingan Dan Jangan Membuat Komentar Spam.

 
Toggle Footer